Bertambahnya populasi manusia salah satu faktor meningkatnya proyek pembangunan. Baik dalam skala kecil seperti proyek pembangunan perumahan, ataupun dalam skala besar seperti pembangunan hotel atau apartemen. Hal ini tentunya memberikan berbagai dampak. Dampak positif yang timbul adalah memungkinkan banyaknya tenaga kerja yang dibutuhkan sehingga mampu mengurangi tingkat pengangguran. Namun, dampak negative juga terdapat didalamnya seperti peningkatan pencemaran lingkungan, berkurangnya lahan terbuka hijau, bahkan timbunan sisa bahan bangunan juga terlihat dimana-mana.

Segala bentuk dampak negatif yang timbul sejatinya dapat dilakukan antisipasi pencegahan ataupun pengolahan. Salah satu cara untuk menanggulangi timbunan sisa bahan bangunan adalah memanfaatkannya kembali untuk diolah menjadi barang bernilai seni. Misalnya sisa penggunaan gypsum untuk bangunan dapat didaur ulang menjadi kesenian patung selain mendatangkan rupiah, juga dapat mengasah kreatifitas serta ladang pekerjaan bagi beberapa orang. Tidak hanya gypsum, bahan bangunan sisa proyek yang lain seperti genteng, kawat bendrad, atau bahkan kaleng cat bisa dijual kembali kepada pengumpul barang bekas. Tentunya pada akhir proses, barang bekas ini dapat diolah menjadi barang baru kembali.

Beberapa platform berjualan online saat ini juga telah membuka diri untuk menerima penjual barang bekas termasuk bahan bangunan sisa proyek. Hal ini membuktikan bahwa limbah memiliki minat beli dari masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s